Sabtu, 20 Maret 2010

Penalaran Deduktif

Dipostingan yang sebelumnya saya menjelaskan tentang penalaran induktif dan sekarang saya akan menjelaskan tentang penalaran deduktif.
Penalaran Dedukfif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

contohnya :
Semua orang indonesia jago logika. (pasti akan mati). (premis mayor)
mirwadzi orang indonesia . (premis minor)
jadi, mirwadzi jago logika. (kesimpulan)

Premis mayor itu pernyataan yang bersifat umum (general masih perlu penafsiran/belum spesifik objeknya)dan premis minor itu pernyataan yg bersifat khusus. Proses ini sering kita kenal dengan sebutan silogisme.

Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).
Silogisme terdiri dari Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Alternatif dan Silogis Entimen.

A. Silogisme Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term).
Contoh :
Semua Tanaman membutuhkan air (premis mayor)
Mawar adalah Tanaman (premis minor)
Mawar membutuhkan air (konklusi)

B. Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:
1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent
2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya
3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent
4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya
contoh Silogis Hipotetik :
Jika hari cerah, saya akan pergi (premis mayor)
Sekarang hari cerah (premis minor)
Jadi saya akan pergi (konklusi)

C. Silogis Alternatif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif yang disebut oleh premis mayor.
contoh :
la lulus atau tidak lulus (premis mayor)
Ternyata ia lulus, jadi (premis minor)
la bukan tidak lulus (konklusi).

D. Silogie Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Contoh entimen:
Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.

0 komentar:

Cari Blog Ini

...

Friend

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

Statistik

Visitor

free counters
- - -